Okupansi Hotel di DIY Capai 95% pada Oktober, Protokol Kesehatan Terus Dipantau

 Industri pariwisata Yogyakarta semakin menyesuaikan diri dengan era normal baru di masa wabah COVID-19. Sejak 28 hingga 31 Oktober 2020, tingkat hunian kamar (okupansi) hotel-hotel di Yogyakarta mengalami peningkatan yang tidak terduga.




Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Dedi Pranowo dalam program Recreation Talks: Assesment Periode Liburan Akhir Pekan Akhir Oktober 2020 yang tayang di kanal YouTube Visiting Jogja TV pada Minggu (15/11/2020) Kita baru saja meramalkan Hunian rata-rata untuk akhir pekan panjang 60% hingga 70%. Tapi faktanya pada 29-30 itu rata-rata sudah mencapai 95% ”kata Dedi.


Akhir Oktober lalu memang menjadi ajang libur panjang yang biasa dilakukan warga untuk liburan.


Dedi menambahkan, angka 95% tersebut sudah termasuk okupansi di wilayah Jogja Kota dan Sleman. Sedangkan rata-rata okupansi hotel di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mencapai 74,6% merupakan angin segar bagi industri pariwisata di Yogyakarta. Namun, penerapan prosedur kesehatan baru di waktu normal masih terkendali. PHRI bersama Satgas COVID-19 DIY kembali melakukan patroli pada 28 - 31 Oktober untuk memantau pelaksanaan prosedur kesehatan di hotel dan restoran yang berada di Yogyakarta.


Dinas Pariwisata DIY bersama PHRI melakukan proses pengecekan hotel dan restoran yang berada di Yogyakarta. Proses ini memastikan bahwa hotel dan restoran   8 Fitur Ayam Berkualitas Juara Bangkok dilindungi oleh keamanan bagi wisatawan untuk berkunjung.


“Kami sudah meminta kepada sesama anggota BPD PHRI DIY atau yang belum menjadi anggota agar bisa melakukan pengecekan yang dilakukan oleh kota kabupaten. Hal ini diperlukan karena ada jaminan bagi wisatawan yang bermalam di DIY bersih, sehat, tentram, dan aman.” toilet Dedi.


Berdasarkan penjelasan Dedi, saat ini terdapat sekitar 138 hotel dan restoran yang telah mendapatkan cek dan stiker khusus dari BPD PHRI DIY. Ini merupakan salah satu cara mempersiapkan diri untuk bertemu wisatawan pada liburan panjang tahun terakhir yang akan datang.


Bisnis ini bukan hanya pekerjaan pemerintah, tetapi warga negara. Diharapkan warga yang masuk ke DIY untuk berekreasi tetap mengikuti prosedur kesehatan 4M (gunakan masker, bersihkan tangan, jaga jarak, dan hindari keramaian).


Selama libur panjang akhir Oktober 2020, masih ada warga terdaftar yang tidak mematuhi prosedur kesehatan. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Aziz Yon Haryono, Pengamat Pariwisata dari STARS-YKPN.


“Data menyebutkan ada hampir 3000 temuan pelanggaran tidak menggunakan masker. Itu terlihat ya. Karena kalau yang pakai masker atau mungkin tidak terlihat. Tapi kalau bersih tangan atau mungkin tidak, kami tidak bisa cek.” Kata Aziz dalam diskusi.


Hal ini juga menjadi prioritas kerjasama antara pemerintah dan warga untuk menerapkan prosedur kesehatan sepanjang hari raya di masa wabah COVID-19.